Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2008

101 Resep Menjadi Juara Sejati

Judul :CHAMP!ON : 101 Tip Motivasi & Inspirasi SUKSES Menjadi Juara Sejati
Penulis: Darmadi Darmawangsa
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2008
Halaman: xxiii+366
Harga: Rp. 60.000,00

Seorang muda mendekati Andre Carnegie, miliuner baja terkaya di Amerika Serikat pada zamannya, ia menawarkan formula sederhana yang pasti dapat meningkatkan kekayaan Mr.Carnegie. Tidak tanggung tanggung, ia meminta imbalan US$100.000. Mr.Carnegie menyetujui permintaannya asal terbukti berhasil. Setelah menggunakannya selama sebulan, ternyata Mr.Carnegie mengakui walaupun sangat sederhana formula itukhasiatnya begitu ampuh. IA pun tanpa menawar langsung membayar dengan harga penuh. Penasaran sehebat apa formula itu?

Ternyata formula itu hanya memintanya menuliskan sebelum tidur tentang lima hal penting yang ingin ia kerjakan keesokan harinya dengan berurut sesuai prioritas pentingnya tugas itu. Setelah itu ia harus berkomitmen untuk mengambil tindakan-tindakan besar demi mewujudkannya dimulai dari prioritas utama. Dan jika hanya mampu menyelesaikan tiga tugas, berarti dua tugas yang belum tuntas harus ia lanjutkan pada hari berikutnya ditambah dengan tiga tugas baru. Saya yakin Mr.Carnegie bukanlah seorang bodoh yang rela membayar sebuah ide seharga US$ 100.000, jika ia tidak sungguh-sungguh mendapatkan keuntungan.

Kisah di atas adalah salah satu kisah yang sekaligus merupakan sebuah tip dari 101 tip yang tercantum dalam buku motivasi yang ditulis oleh Darmadi Darmawangsa. Darmadi Darmawangsa adalah seorang trainer dan pembicara motivasi yang merupakan salah satu motivator terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan The Master of Motivation. Buku ini adalah bukunya yang kedua setelah sebelumnya bersama seorang rekannya, Imam Munadhi, menulis buku best seller, Fight Like a Tiger Win Like a Champion.

Dalam buku keduanya ini, Darmadi, memaparkan 101 tip motivasi dan inspirasi sukses untuk menjadi juara sejati. Setiap tip ia tulis dengan bahasa inggris sebagai satu judul bahasan. Dibawah judul itu ia sisipkan sebuah kata mutiara dari seorang tokoh yang berkaitan dengan tip yang sedang dibahas. Setiap sepuluh tip, ia menyisipkan satu halaman kata-kata motivasi dan inspirasi karya seseorang tokoh atau penulis lain. Keduanya, kata mutiara dan sisipan satu halaman kata-kata motivasi dan inspirasi, ditulis dalam bahasa ingris yang terjemahannya dapat ditemukan di apendiks di halaman belakang buku ini.

Dalam setiap tipnya, penulis selalu menyertakan satu kisah yang berkaitan dengan tip yang sedang di bicarakan, kemudian mengambil kesimpulan atau hikmah di baliknya atau terkadang sebaliknya, ia memaparkan suatu kisah lalu mengambil hikmah dari kisah tersebut yang kemudian dijadikan sebagi tip motivasi. Setiap tip motivasi ia paparkan secara sederhana dan ringkas, sehingga pembaca dapat dengan mudah menangkap maksudnya. Selain itu, disertakannya gambar-gambar kartun dan foto-foto yang berkaitan dengan pokok bahasan membantu visualisasi pembaca untuk memahami dan mengingat tip yang diberikan. Di akhir pembahasan ia menyertakan kolom refleksi yang berisi saran dan kesimpulan yang menggenapkan pembahasan dari tip yang dipaparkan selain itu penulis juga mengajak pembaca untuk langsung, saat itu juga, mempraktekan tip motivasi yang sudah dibacanya. Sebagai contoh, setelah memaparkan kisah diatas, pada kolom refleksi penulis mengajak pembaca untuk menuliskan 5 prioritas yang harus dilakukan keesokan hari. Format buku seperti ini sengaja dibuat oleh penulis karena kebanyakan buku motivasi hanya enak untuk dibaca saja, tapi setelah itu dilupakan, tanpa tindakan selanjutnya. Akhirnya buku-buku motivasi itu hanya menjadi sebuah buku dongeng yang tidak menggerakan. Oleh karena itu penulis mendisain bukunya agar setelah membaca satiap tip motivasi, pembaca dapat langsung mengimplementasikannya.

Membaca buku ini tidak harus sekali langsung tamat layaknya membaca cerpen ataupun novel. Buku ini berisi tip motivasi yang hanya akan bermanfaat jika diimplementasikan. Cukup dibaca 3-5 tip setiap hari kemudian di pahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari, maka kita akan menjadi CHAMP!ON seperti yang diharapkan oleh penulis buku ini, karena bagi sang penulis, pemenang yang sesungguhnya (The Real Champion) bukanlah orang yang hanya mencari dan kemudian menjadi tahu, akan tetapi orang yang tahu kemudian memiliki keyakinan lalu mengimplementasikan pengetahuannya tersebut, sebagaimana yang ia tuliskan pada halaman pembuka bukunya,

" CHAMP!ON is dedicated to those who are not only searching fo true knowledge of motivation but also those who strongly believe and implement the knowledge so they can be transformed into real CHAMPIONS"

Singkat kata, buku ini patut dimiliki oleh setiap orang yang mendambakan motivasi untuk menjadi juara sejati.


Minggu, 06 Juli 2008

Sebuah Biografi Tentang Pahitnya Mengatakan Kebenaran

Judul : IPDN Undercover: Sebuah Kesaksian Bernurani
Penulis: Inu Kencana Syafiie
Penerbit: Progressio
Tahun Terbit: April 2007, cetakan keenam Juli 2007
Halaman: xxiii+282
Harga: Rp. 45000,00

Bagi orang yang membaca judul buku ini dan berharap akan menemukan deskripsi yang panjang lebar dan mendetail tentang pembongkaran kasus-kasus yang tersembunyi di kampus IPDN dari mulai membuka halaman pertama buku ini dapat diipastikan akan kecewa. Pasalnya hanya sekitar 25 % dari isi buku ini yang menggambarkan tentang hal tersebut. Sisanya adalah sebuah autobiografi dari si penulis. Dari jumlah yang 25 % itupun, yang benar-benar memaparkan fakta dan data tentang kasus di IPDN hanya setengahnya, setengahnya lagi menceritakan pengalaman Inu Kencana ketika mengungkap kasus tersebut. Namun demikian, sedikitnya porsi bahasan mengenai pembongkaran kasus di IPDN tersebut tidak lantas menyebabkan buku ini kehilangan ruhnya, karena sebenarnya dalam riwayat hidup si penulislah ruh buku ini bersemayam. Ada hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dari perjalanan hidup sang penulis yang jauh lebih berarti daripada sekedar data-data ataupun fakta-fakta tentang kekerasan, narkoba, dan freesex di kampus tempat penulis mengajar. Seperempat bagian buku sudah cukup untuk membeberkan fakta-fakta tersebut.

Membaca buku ini kita akan diajak menelusuri jejak-jejak seorang Inu Kencana Syafiie, dari lahir hingga ia harus dihadapkan dengan kasus kekerasan di kampusnya sendiri. Jika Anda membayangkan buku ini layaknya buku auto biografi biasa yang membosankan yang dipenuhi oleh data dan fakta yang datar, Anda salah besar. Inu dengan lihainya mendeskripsikan perjalannan hidupnya yang unik dengan renyah dan lucu yang ditaburi dengan bumbu bumbu filsafat kehidupan hasil perenungannya. Baru pada bagian petengahan buku, Inu membongkar kasus kasus yang terjadi di IPDN.

Sekilas, orang akan berprasangka dengan diterbitkannya buku autobiografinya bahwa Inu Kencana sedang memanfaatkan isu IPDN untuk meningkatkan popularitasnya. Namn Inu dengan tegas menolak prasangka tersebut. Dalam pembukaan bukunya, Inu menegaskan,

"Nah, saya sekarang menerbitkan buku auto biografi. Bukan untuk gaya gayaan. Bukan untuk mencari popularitas atau materi. Ini sekadar kesaksian. Suatu saat ketika saya sudah tidak ada, atau ketika media sudah tidak meliput saya, buku ini akan tetap berbicara. Lagi pula, banyak orang bertanya-tanya, apa motivasi saya terus konsisten membongkar kasus IPDN dan menginginkan perbaikan pada sekolah itu. Buku ini menceritakan siapa saya, kisah hidup saya, filosofi hidup saya"


Dan benar saja, setelah membaca buku tersebut, tergambar dengan jelas alasan mengapa Inu Kencana mau bersusah susah membongkar kasus IPDN padahal ia tidak memperoleh apapun dari perbuatannya yang ada malah ia mendapat berbagai tekanan sampai ancaman pembunuhan.

Kelahiran

Inu Kencana Syafiie lahir dari pasangan Abdullah Syafiie dan Zaidar Syafiie pada tanggal 14 Juni 1952 di Nagari Simalanggang, tujuh kilo meter dari Kota Payukumbuh ketika itu ayahmya berumur 51 tahun dan ibunya berumur empat puluh tahun. Ayahnya keturunan Bawean, Madura, dan Pulau Bali, sedangkan ibunya keturunan Minang. Jabatan terakhir ayahnya adalah seorang Bupati Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Bengkalis. Ibu Kandung inu adalah Istri kedua dari ayahnya yang memiliki 4 orang istri. Inu Kencana adalah anak ke 12 dari 12 bersaudara, 3 orang saudaranya lahir dari rahim ibunya sedangkan 8 orang lainnya lahir dari rahim istri pertama ayahnya yang bernama Zauwiyah, sedangkan istri ketiga dan keempatnya, Aminah dan Encim tidak melahirkan anak.

Kematian Ayahanda Tercinta

Pada umur 10 tahun, ketika Inu kelas 5 SD, ayahandanya meninggal dunia, meninggalkan keempat istrinya dan ke 12 anaknya. Setelah kematian ayahandanya, kehidupan keluarga Ini moramorat marit hingga Inu haus berjualan ikan asin dan mendapatkan pembagian baju anak yatim ketika Hari Raya Idul Fitri. Setelah berkali-kali pindah sekolah dari SD hingga SMA, Inu kemudian melanjutkan kuliah kedokteran di Trisakti, yang akhirnya harus kandas karena tak mampu membayar SPP. Kemudian ia menjadi buruh di PT CENTEX, Jakarta.

Kematian Ibunda Tercinta

12 Juni 1974, ibunda tercinta meninggal dunia. Inu sangat kehilangan sekali karena ia anak paling bungsu dan paling dekat dengan ibunya. Kematian ibunya membuat Inu sangat berduka dan menangis berhari hari. Inu memang anak yang sangat sayang dan berbakti kepada Ibunya, hal ini bisa kita lihat dari doa yang ia panjatkan di Multazam ketika kelak ia menunaikan ibadah haji,

"Ya Allah, lindungilah perempuan yang darahnya tumpah karena kelahiranku. Hiyung dan lipatgandakanlah setiap tetes air susu yang menghidupkan darah dagingku. Giringlah tubuh Ibuku ke dalam surga-Mu"


Akan tetapi pada saat kematian ibunya tersebut, Inu merasa Tuhan berlaku tidak adil kepadanya, sejak saat itu Inu menjauh dari Tuhan, bahkan bisa dibilang ateis.

Berangkat ke Irian Jaya

Tak lama setelah ibunya meninggal, Inu di bawa oleh kakaknya ke Irian jaya. Di pulau inilah inu menjadi mahasiswa Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang merupakan embrio IPDN, setelah sebelumnya, selama 6 bulan kuliah di Akademi Ilmu Administrasi dan Akuntasnsi (AIAA). Di pulau ini pula ia menemukan tambatan hatinya, seorang perempuan manis siswi kelas 3 IPS SMU Yohannes XXIII Merauke yang bernama Indah.

Pernikahan

Tak lama kemudian iapun meminang gadis yang bernama lengkap Theresia Indah Prasetiati binti Samuel Soepardjo, akan tetapi hasilnya nihil, calon mertuanya menolak pinangan Inu karena alasan perbedaan agama. Inupun mencoba kembali meminang gadis tersebut dengan didampingi para pembesar Merauke, termasuk Bupati Merauke, akan tetapi penolakan yang sama harus diterimanya dengan alasan yang sama. Kesulitan ini akhirnya mengembalikan Inu kepada Tuhan, ia merasa harus lebih dekat lagi kepada-Nya. Kisah selanjutnya adalah kisah nekat seorang Inu kencana yang bertekad kawin lari dengan pujaan hatinya. Akhirnya setelah berdiskusi panjang lebar dengan calon istrinya tentang agama masing masing, pada tahun 1984 istrinya bersedia masuk islam dan menikah dengannya dengan wali seorang wali hakim karena orang tua Indah tidak ada satupun yang beragama islam. Dari sini Inu mulai kembali memperdalam ilmu agamanya, dan mematangkan perjalanan spiritualnya. Setelah pernikahannya Inu juga melanjutkan kuliah S1 di IIP tingkat IV (lanjutan APDN), setelah lulus kemudian mengambil S2 di Universitas Gajah Mada, dan S3 di Universitas Pajajaran.

Kelahiran Anak-anak

Dari pernikahan itu, dalam jangka waktu 7 tahun ia dikaruniai 3 orang anak, 2 laki laki, dan satu perempuan yang masing-masing bernama, Raka Manggala Syafiie, nagara Belagama Syafiie, dan Periskha Bunda Syafiie.

Menulis buku

Tahun 1987, Inu mulai menulis buku pemerintahan dan agama. Pendalaman spiritualnya mengantarkan Inu menghasilkan buku-buku tentang keterkaitan Alquran dengan disiplin Ilmu lainnya. Buku bukunya yang sudah diterbitkannya adalah:

Al Qur'an Sumber Segala Disiplin Ilmu oleh Gema Insani Press, Jakarta,1991
Pengantar Ilmu Pemerintahan oleh Eresco, Bandung, 1992
Etika PEmerintahan oleh Rineka Cipta, Jakarta, 1993
Sistem pemerintahan Indonesia oleh Rineka Cipta, Jakarta, 1992
Filsafat Kehidupan oleh Bumi Aksara, Jakarta, 1995
Ilmu Pemerintahan dan Al Quran oleh Bumi Aksara, 1995
Hukum Tata Negara oleh Pustaka Jaya, Jakarta, 1995
Ilmu Pemerintahan oleh Mandar Maju, Bandung, 1996
Al Quran dan Ilmu Politik
Al Quran Dan Ilmu Administrasi
Ilmu Administrasi Publik
Logika, Etika, dan Estetika Islam oleh Pertja, Jakarta, 1999
Ekologi Pemerintahan oleh Pertja, Jakarta, 2000
Analisa Politik Pemerintahan oleh Pertja, Jakarta, 2000
Manajemen Pemerintahan oleh Pertja, Jakarta, 2000
Filsafat Pemerintahan oleh Pertja, Jakarta, 2002
SANRI oleh Pertja, Jakarta, 2003
Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia oleh Refika Aditama, Bandung, 2003
Birokrasi Pemerintahan Indonesia oleh Mandar Maju, Bandung, 2003
Pengantar Filsafat
Filsafat Politik
Ensiklopedia Pemerintahan

Naik Haji

Tak terbayang sebelumnya di benak Inu akan suatu pejumpaan dengan Ka'bah. Untuk hidup sehari-haripun susah apalagi untuk membiayai ibadah haji. Akan tetapi kerinduannya yang sangat dan doa-doanya akhirnya mampu mengantarkannya menunaikan ibadah haji. Dengan pertolongan Allah, Inu Kencana mampu melaksanakan haji hanya dengan modal uang Rp 10000 rupiah, dlam perjalanan ibadah haji inilah inu menguraikan perenungan spiritualnya dan kesadaran akan keesaan dan kekuasaan Tuhan, yang kelak menjadi bekal dia untuk memasrahkan kehidupannya kepada yang kuasa dan berani berkata benar meskipun rasanya pahit. Kelak perjalanan ruhani inilah yang mengantarkan Inu berani seorang diri membongkar kebobrokan-kebobrokan yang terjadi di almamater tercintanya.

Membongkar Kasus IPDN

Berbagai kasus kekerasan dan amoral yang terjadi di IPDN, menurut Inu, merupaan buah kerjasama dari para pelaku tindak asusila dengan pihak yang berwenang (pengasuh dan komisi disiplin) yang memegang tampuk kekuasaan di sekolah kepamong prajaan tersebut.Dalam 10 tahun saja (1994-2005) terjadi 8 kali kasus praja meningal karena kekerasan, satu kasus praja wanita yang meninggal karena praktik aborsi, dan satu kasus meninggal karena overdosis. Penempatan posisi-posisi penting yang dipegang oleh orang orang yang tidak kredibel bahkan bejat moralnya, menyebabkan berbagai kasus yang terjadi di IPDN dijadikan lahan bisnis oleh para petinggi IPDN. Ketika yang memangku jabatan haus akan uang, maka akan memancing lebih banyak kasus yang terjadi, kemudian untuk menutupi kasus-kasus tersebut para praja yang bermasalah harus membayar sejumlah uang kepada para petinggi yang berwenang agar kasusnya di peti es kan. Maka jadilah kasus kasus kekerasan, narkoba, dan freesex di sekolah yang konon ditujukan untuk menciptakan para pemimpin tersebut, (berhasil) disembunyikan dari publik hingga akhirnya seorang Inu Kencana mewakafkan dirinya untuk membongkar kasus-kasus tersebut, walaupun resikonya ia harus menghadapi tekanan-tekanan dan ancaman serta percobaan pembunuhan.

***

Membaca perjalanan hidup seorang Inu Kencana Syafiie memang unik, mungkin puisi yang di tulisnya di awal buku ini secara garis besar menggambarkan perjalanan dan filosofi hidupnya hingga saat ini,

sebuah riwayat hidup memang selalu mencatat
bahwa hidup ini terasa sunyi
perpisahan dan kematian
bagaikan liang lahat di kuburan
tapi terkadang penuh glamour
dikelilingi orang-orang yang dicintai
pernikahan dan kelahiran
di sini, kita butuh Tuhan
dalam kesendirian dan kebersamaan
jadi, apalagi yang dicari?
bertualang dalam penjara kemiskinan
antara takdir dan pejuangan
aku berjuang mengukir skenarioku
tetapi, skenario Tuhan juga yang harus aku jalani


Gaya Baru Melakukan Perubahan Fundamental

Judul : Re-Code Your Change DNA : Membebaskan Belenggu-Belenggu Untuk Meraih Keberanian dan Keberhasilan Dalam Pembaharuan

Penulis: Rhenald Kasali, Ph.D
Penerbit:PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Januari 2007
Halaman: xviii+270
Harga: Rp.150.000,00

Buku Re-Code Your Change DNA yang ditulis oleh Rhenald Kasali ini adalah bukunya yang kedua yang berbicara tentang manajemen perubahan setelah buku sebelumnya cHaNgE! mendapat respon dan komentar yang positif dari masyarakat. Boleh dibilang buku keduanya ini menggenapi buku cHaNgE! yang pertama ditulisnya guna memberi model yang lebih terstruktur dalam melakukan perubahan, seperti yang dikatakannya dalam kata pengantar, " Buku ini ditulis untuk menyemangati spirit perubahan yang sudah mulai tumbuh dan memberi model yang lebih terstruktur untuk melakukan pembaharuan."

Dalam buku ini penulis menaruh perhatiannya pada apa yang disebut dengan DNA Perubahan (Change DNA) yang dimilikioleh setiap individu. Dengan kata lain buku ini lebih memfokuskan diri pada manusia sebagai pelaku perubahan itu sendiri, bukan pada alat atau masalah yang dihadapi. Lebih spesifik lagi pada hal-hal yang mempengaruhi karakter seseorang yang sangat ditentukan oleh cara berfikir dan lingkungannya.

Dalam ilmu genetika biologi, DNA (deoxiribo nuclead acid) merupakan unsur pembawa prilaku yang terdapat dalam gen seseorang. Sebuah DNA tidak bisa diubah begitu saja kecuali dengan memberikan treatment khusus pada kode-kode pembentuk DNA tersebut, inilah yang disebut dengan Re-Code. Dalam managemen perubahan Re-Code DNA berarti membentuk atau menata kembali kode-kode sel pembawa sifat perubahan agar "fit" dengan kebutuhan zamannya.

Guna memudahkan pembahasan penulis membuat alur dan model untuk melakukan Re-Code DNA. Menurut penulis, Organisasi yang adaptif harus didukung oleh sumber daya manusia dengan kadar Change DNA yang tinggi. Change DNA pertama-tama harus diukur kadarnya dengan cara cek OCEAN. OCEAN merupakan kode-kode Change DNA yang menyimpan sifat dan perilaku manusia yang merupakan kepanjangan dari Openess to experience, Conciousnes, Extroverts, Agreableness, dan Neuroticism. Untuk menghidupkan kadar Change DNA, perlu dilakukan re-orientasi kadar OCEAN tersebut. Re-Code DNA harus dimulai dari manusia sebagai individu dengan cara mengubah cara berfikirnya (Re-Code Individu) kemudian dilanjutkan dengan me Re-Code organisasi yang menjadi rumahnya (Re-Code Organisasi). Karena organisasi dan manusia-nmanusia di dalamnya begerak karena pemimpinnya, maka Change DNA sang pemimpin juga perlu di Re-Code (Re-Code Leader). Organisasi tidak hanya perlu di Re-Code desainnya saja (struktur, nuansa, linkages, boundary), melainkan juga kelompok-kelompok besarnya. Kelompok besar itu dibentuk melalui jaringan-jaringan yang disebut "The Critical Mass" (Re-Code The Critical Mass). Dalam hal ini, merekrut Change Agents secara konvensional dinilai kurang efektif. Pusat pengkodean ulang perilaku-perilaku itu adalah cara berpikir yang menentukan cara bekerja. Oleh karena itu, ini adalah saatnya melakukan Re-Code pikiran, dari hubungan yang berfokus pada kesalahan (problem-based) dan pasif (you tell them), menjadi lebih produktif dan berorientasi pemecahan masalah (solution-based) dan aktif( we ask them, they tell us). Jalankan berulang ulang, maka terbentuklah keindahan manusia pada organisasi baru yang cerdas.

Re-Code

Suatu organisasi dibentuk oleh individu-individu yang masing-masing membawa DNA. Karena dibentuk oleh individu-individu maka organisasipun dapat dipandang sebagai suatu makhluk hidup. Ketika awal bertumbuh, organisasi mencari bentuknya sendiri, setelah mapan ia menemukan jalannya, dan merasa nyaman dengannya. Ketika sudah merasa nyaman dengan jalan yang ditempuhnya, biasanya suatu organisasi enggan untuk berubah, sementara disisi lain, jalan yang ditempuh juga diminati oleh orang atau organisasi lain, dan lama kelamaan jalan itu menjad penuh sesak. Salah satu cara untuk memperbaiki "DNA organisasi" yang sudah terbelenggu oleh tradisi biasanya dimasukan "darah-darah segar" baru yang dapat memberi "warna baru" untuk melakukan perubahan. Ada dua kemungkinan yang dihadapi oleh orang-orang baru tersebut setelah bergabung dengan organisasi yaitu membawa iklim perubahan dengan konsekuensi dimusuhi oleh orang-orang lama, atau ikut larut dalam tradisi lama dan akhirnya ikut terbelenggu oleh tradisi tersebut yang dikenal dengan istilah "monkey see, monkey do", setiap generasi baru yang datang akan mengkopi tradisi yang dilakukan para seniornya.Solusi lain yang ditawarkan untuk memperbaiki "DNA organisasi" adalah dengan memunculkan "Super CEO" yang berdasar pada jargon "one person can make a difference", tapi kenyataannya hanya seorang "Super CEO" saja tidak mencukupi, seoraang CEO perlu didukung oleh karyawan , incentive, dan resource yang memadai. Singkat kata "a leader is not everything".

Dalam sebuah proses perubahan selalu dituntut adanya lima hal di bawah ini secara sekaligus:

1. Visi tentang arah masa depan. Perubahan tanpa visi yang jelas hanya akan menimbulkan kekacauan (confusion).
2. Keterampilan (skills) untuk mampu melakukan tuntutan-tuntutan baru. Keterampilan ini harus terus dipelihara, ditumbuh dan dikembangkan.Perubahan yang tanpa disertai dengan keterampilan, hanya akan menimbulkan kecemasan-kecamasan yang akhirnya meghambat perubahan itu sendiri.
3. Insentif yang memadai, baik langsung maupun tidak langsung, cash maupun non cash, individual (berdasarkan kinerja perorangan) maupun kelompok (berdasarkan kinerja kelompok/unit kerja).
4. Sumberdaya (resources) yang memudahkan ruang gerak dan pertumbuhan.
5. Rencana tindak (action plan). Rencana tindak adalah bukan sekedar rencana, melainkan sebuah rangkaian tindakan yang diintegrasikan dalam langkah-langkah yang spesifik dan terencana, tertulis dan dimengerti oleh semua prilaku yang terlibat.

Seleksi Alam

Dalam teori evolusi Charles Darwin memperkenalkan dua istilah yang sangat penting, anagenesis (perubahan perlahan-lahan dari kondisi dari kondisi makhluk hidup masa lalu menjadi sekarang) dan cladeogenesis(proses percabangan/divergensi dari suatu kategori besar yang serupa menjadi sub-sub kategori yang berbeda, namun memiliki kemiripan DNA). Kedua istilah ini kemudian menjadi terkenal di dunia bisnis. Para ahli menemukan bahwa perusahaan-perusahaan dan merek-merek besar pun tidak luput dari proses seleksi Alam. Dalam seleksi alam, menurut darwin, bukan yang terkuat yang akan bertahan, akan tetapi yang paling ADAPTIF. Dalam suatu proses seleksi alam selalu ada yang namanya kompetisi. Kompetisi dapat mendorong perubahan dan menghasilkan produk-produk baru, disisi lain, kompetisi juga dapat mengakibatkan kematian jika tidak disukung dengan perbaikan mutu SDM.


bersambung

Kamis, 06 September 2007

Seni Menyiasati Perubahan Yang Senantiasa Berubah

Judul : Change! Manajemen Perubahan dan Harapan
Penulis : Rhenald Kasali Ph.D
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Maret 2005
Tebal : 434 halaman
Ukuran : 14.5 x 24 cm
Harga : Rp 95.000,-

Di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan adalah tanda kehidupan. Manusia yang tidak mau berubah ketika alam menghedaki perubahan hanya akan menjadi manusia yang kalah yang terseret derasnya arus perubahan. Ketika memang perubahan harus terjadi dan tak bisa dibendung lagi, maka tak ada gunanya bergeming menahan arus perubahan, yang harus dilakukan hanyalah menyiasati agar perubahan tersebut tidak menyeret ke lembah keterpurukan, tetapi membawa kita menjadi orang-orang yang menang. Manusia yang menang adalah yang bisa mengendalikan laju perubahan kearah yang lebih baik, bukan malah sebaliknya. Untuk dapat menyiasati dan mengendalikan arah perubahan tersebut dibutuhkan apa yang dinamakan dengan manajemen perubahan yang harus senantiasa dibarengi pula dengan manajemen harapan. Karena perubahan yang tidak diiringi dengan harapan hanya akan berhenti ditengah jalan sebelum menampakan hasilnya, yang ujungnya akan berakhir pada kekecewaan. Seni perubahan inilah yan diuraikan oleh Renald Kasali Ph.D. dalam bukunya yang berjudul CHANGE: Tak peduli berapa jauh jalan salah yang anda jalani putar arah sekarang juga (manajemen perubahan dan manajemen harapan). Dalam bukunya tersebut Renald Kasali menguraikan secara detil bagaimana upaya kita untuk menyiasati perubahan dimulai dengan memahami filosofi, sejarah dan konsep dasar perubahan, kemudian meyakinkan orang untuk "melihat", bergerak, dan menyelesaikan perubahan, sampai dengan bagaimana cara membuat pesta perubahan dan mengelola harapan.


Teknologi Pemicu Cepatnya Terjadi Perubahan

Disadari atau tidak perkembangan teknologi merupakan pemicu terbesar terjadinya perubahan yang sangat cepat. Dunia berubah dengan cepat setelah inggris memelopori revolusi industri melalui temuan-temuan mesin mekanik yang mengubah wajah dunia dalam menghasilkan sesuatu. industrialisasi kemudian menciptakan perubahan yang dasyat pada babak berikutnya. Industrialisasi menuntut kewirausahan, inovasi, bahan baku dan pasar. Peta duniapun berubah total. Penguasaan bangsa-bangsa beserta bahan baku yang dikuasainya, perang terhadap ideologi, dan perang informasi terjadi dari hari kehari. Manusia terus mencipta, melahirkan karya-karya baru dan perubahan terus mengikutinya. Dengan kata lain perubahan senatiasa mengikuti alur kehidupan, dan kehidupan adalah perubahan itu sendiri.


Perubahan dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Perubahan adalah suatu siklus yang harus dilalui oleh semua makhluk hidup, alam, manusia, perusahaan maupun bangsa-bangsa di dunia. Hanya mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahanlah yang mampu bertahan melewati siklus tersebut.

Dalam bukunya, Rhenald Kasali, lebih mengkhususkan bahasannya pada fenomena perubahan yang terjadi di perusahaan, hal ini selaras dengan kondisi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sedang berusaha bangkit kembali setelah diterpa krisis ekonomi yang berkepanjangan yang telah mematikan sebagian besar sektor usaha. Dalam buku ini penulis menguraikan langkah-langkah yang harus diambil untuk memulai perubahan yang harus dilakukan untuk keluar dari kondisi krisis ataupun perubahan yang dilaksanakan untuk menghindari kondisi kritis dan strategi-strategi apa yang harus diambil untukmenghadapi perubahan tersebut.


Strategi Perubahan Ala Plat

Dalam bukunya, penulis mengadopsi strategi perubahan yang dikemukakan oleh Plat. Plat (2001) membedakan perubahan strategis suatu perusahaan ke dalam tiga kategori, yang masing masing kategori harus ditangani secara berbeda, yaitu:

1. Transformasi Manajemen. Transformasi biasanaya dilakukan oleh perusahan - perusahaan yang sehat, atau perusahaan yang mulai menangkap adanya sinyal-sinyal yang kurang menggembirakan.Pada saat ini, biasanya perusahaan mengajukan pertanyaan-petanyaan seperti:

- Hal-hal tidak patut apa yang telah kita lakukan ("wat are we doing wrong")
- Hal-hal apa yang mampu membuat kita menjadi lebih abik ("what could we do better")

2. Manajemen Turnaround. Biasanya dilakukan kalau suatu perusahaan sudah mulai menghadapi persoalan-persoalan yang agak pelik dan melibatkan pihak-pihak yang agak luas. Namun, pada tahapan ini disadari perusahaan masih mempunyai sumber daya (pada sisi aset) dan waktu yang memungkinkan untuk melakukan manuver-manuver perbaikan. Misalnya anda masih bisa memperbaiki performance perusahaan karena masih mempunyai produk unggulan, reputasi yang memadai dan masih ada aset-aset kurang prduktif yang dapat ditingkatkan produktivitasnya atau dilepas pada pihak ketiga.

3. Manajemen krisis. Biasanya dilakukan kalau perusahaan sudah memasuki masa krisis, yaitu saat perusahaan kehabisan darah (Cashflow) dan energi (reputasi dan motivasi). Pada titik ini perusahaan mulai tampak sulit memenuhi kewajiban-kewajiban pembayaran jangka pendek yang jatuh tempo, mulai dari tagihan para pemasok bahan baku, kredit jangka pendek, sampa gaji karyawan. Pada tahap ini, perusahaan sudah benar-benar berada pada posisi berbahaya dan posisinya diragukan.


Melihat, Bergerak, dan Menyelesaikan

Sangatlah sulit melakukan perubahan seorang diri. Perubahan hanya dapat diselesaikan dengan kawalan sebuah tim, tim perubahan. Oleh karenanya seorang pemimpin yang ingin melakukan perubahan harus bisa membuka mata bawahannya untuk "melihat" perlunya perubahan. Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk membantu orang lain "melihat" ,

1. Ciptakan kontras yg tajam, sesuatu akan disadari keberadaannya jika ada kontras antara dirinya dan lingkungannya. Dengan adanya kontras seseorang dapat melihat adanya gap antara apa yang telah diperolehnya dan apa yang telah diperoleh oleh orang lain, atau antara apa yang telah berhasil dicpainya dengan apa yang seharusnya masih bisa dicapainya.

2. Ciptakan konfrontasi yang efektif, terkadang menciptakan kontras saja tidaklah cukup. Seseorang perlu dikonfrontasikan atau dihadapkan dengan masalah yang berulang-ulang. Dengan adanya konfrontasi yang intensif seseorang akan lebih memahami apa yang dihadapinya dan mengapa perlu perubahan.

3. Gabungkan antara kontras dan konfrontasi, gabungan antara kontas dan konfrontasi adalah kombinasi yang baik dalam membantu "melihat" perlunya perubahan. Dengan kontras seseorang mampu membedakan antara dua situasii yang berbeda dan dengan konfrontasi seseorang dibawa lebih mudah untuk memahami permasalahan yang dihadapi.

Setelah bisa meyakinkan orang lain untuk bersama-sama melakukan perubahan langkah berikutnya adalah mendorong mereka untuk bergerak melakukan perubahan. Karena tidak semua orang ang melihat lantas mau bergerak. Seseorang yang telah melihat maka ia akan percaya (seeing is believing) dan seseorang yang percaya maka ia akan memiliki komitmen untuk bergerak. Ada kalanya orang lebih dulu percaya dan bergerak kemudian ia melihat (believing is seeing). Langkah berikutnya adalah menyelesaikan perubahan, karena tidak semua orang yang bergerak selalu mampu menyelesaikan perubahan, oleh karena itu dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan perubahan, untuk menumbuhkan komitmen tersebut dibutuhkan tujuan-tujuan jangka pendek yang senantiasa dapat dilihat hasilnya dalam jangka waktu yang relatif singkat sehingga orang yang melihat baru percaya (seeing is believing) akan ikut bergerak mengawal perubahan dan orang yang percaya baru melihat (believing is seeing) tidak akan putus asa karena senantiasa dapat melihat hasilnya. Adakalanya perubahan baru dapat diselesaikan oleh tim perubahan setelah terjadi pergantian kepemimpinan, tetapi yang penting adalah jangan sampai perubahan ini terhenti ditengah jalan dan tidak pernah terselesaikan.


Pada bab-bab berikutnya penulis membahas mengenai bagaimana cara bergerak 'yang baik dan benar' setelah berhasil membantu semua orang melihat akan perlunya perubahan. Dalam bergerak mengawal perubahan, seseorang harus bisa mengidentifikasi kondisi perusahaan yang ditanganinya. Perubahan pada saat-saat perusahaan sedang menanjak tentu saja berbeda dengan kondisi perusahaan yang sedang terpuruk atau sekarat. Oleh karenannya diperlukan analisis turnaround (putar balik), dan harus tepat dalam pemilihan pemimpin perubahan. Selain itu agar perubahan dapat terjadi dengan baik diperlukan proses penyederhanaan masalah dan berorientasi pada tindakan.

Di dalam peroses perubahan juga diperlukan terjadinya transformasi nilai-nilai budaya korporat. Setiap budaya yang baik perlu untuk dipelihara dan ditumbuhkembangkan, sebaliknya budaya yang jelek sedikit demi sedikit dihapuskan. Oleh karenanya diperlukan "sharing" budaya antara bagian dalam perusahaan sehingga semua orang tahu dan mau menjalankan 'budaya baik' dan meninggalkan 'budaya buruk'.

Pesta Perubahan Yang Menggairahkan

Setelah proses perubahan selesai dilakukan, langkah terakhir adalah merayakannya. Buatlah pesta perubahan yang mengikutsertakan semua orang. Dapat dipahami bahwa dalam proses perubahan selalu ada pihak yang pro dan yang kontra. Akan tetapi dalam pesta perubahan kedua kelompok ini harus sama-sama 'diundang' kepesta agar kelompok yang kontra perubahan tidak mengganjal perubahan yang sudah dan sedang dilakukan dan supaya mereka melihat hasil perubahan yang telah dilakukan agar mereka tergerak hatinya untuk ikutserta mengawal perubahan. Yang perlu diingat dalam sebuah pesta adalah bukan pesta itu sendiri melainkan tujuan dibaliknya. Oleh karena itu, buatlah semua orang merasa berpartisipasi dalam proses perubahan.
Buatlah mereka memiliki perubahan itu, pompa lah semangat setiap orang dengan memperlihatkan hasil-hasil perubahan yang menjanjikan sehingga setiap orang bisa melihat kesuksesan yang telah dilakukannya. Selain itu selalu tanamkan harapan-harapan dalam proses perubahan. Karena tanpa harapan, proses perubahan hanya akan dipenuhi oleh keputusasaan. Akan tetapi, harapan tersebut harus disesuaikan dengan realitas yang ada, jangan sampai harapan itu membuahkan kekecewaan karena sangat jauh dari realita.

Bertabur Kisah Perubahan

Satu hal yang menjadikan buku ini menarik adalah bertebarannya contoh-contoh nyata perubahan yang telah dilakukan oleh perusahaan besar baik dalam dan luar negeri disetiap bab yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Dari dalam negeri kita akan disuguhi kisah proses perubahan yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Garuda Indonesia yang berjuang melewati tahap krisis akibat krisis moneter. Kita juga akan menemukan bagaimana Sido Muncul dengan upayanya menaikkan image jamu yang pahit, kuno, dan 'hanya untuk kalangan bawah' menjadi jamu modern yang enak dan menjadi konsumsi orang kaangan atas. Dan masih banyak lagi kisah tentang perubahan yang dijalani perusahaan-perusahaan dalam negeri dalam menghadapi krisis dan meningkatkan "pamor"nya. Dari luar negeri diantaranya kita akan disuguhi oleh proses perubahan yang dilalui oleh perusahaan seluler terkemuka Nokia yang tadinya hanya sebuah perusahaan kayu, karet, dan kabel hingga menjadi perusahaan penghasil handphone terbesar di dunia. Kita juga akan melihat bagaimana Harley Davidson dengan perubahan'radikalnya' menjadi hanya satu-satunya perusahan sepeda motor Amerika yang dapat bertahan sampai sekarang setelah sebelumnya ada ratusan perusahaan sepeda motor di Amerika. Ditataran individu kita akan disuguhi oleh kisah hidup Martin Luther King yang dijadikan contoh dalam proses perubahan - melihat,bergerak,dan menyelesaikan - dalam memperjuangkan penghapusan apharteid di amerika. Dan banyak lagi kisah kisah perubahan lainnya, yang dapat kita jadikan cermin dalam melakukan perubahan sesuai dengan jalur yang digariskan dalam buku ini, yang mungkin tidak akan kita temukan dibuku-buku lainnya. Sebuah buku yang 'musti' dibaca oleh para pelaku perubahan agar tak salah langkah.

Tentang Penulis

Dr. Rhenald Kasali adalah host acara Solusi Rhenald Kasali yang disiarkan oleh stasiun televisi ANTV setiap Kamis malam. Acara yang ditujukan untuk kalangan eksekutif itu disukai oleh khalayak pemirsa karena materinya berbobot dan disajikan dengan teknik presentasi yang natural. Sehari-hari, Dr. Rhenald Kasali adalah dosen Fakultas Ekonomi Uiversitas Indonesia dan Ketua Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang meghasilkan magister dan doktor dalam ilmu manajemen. Buku-buku yang ditulisnya selalu menjadi perhatian kalangan bisnis dan dikoleksi olh banyak orang. Selain mengajar di Universitas Indonesia, ia juga menjadi dosen terbang di Program Magister Manajemen Universitas Sam Ratulang, Universitas Tanjung Pura, Universitas Udayana, dan Universitas Lampung. Ia juga mengasuh acara Bedah Bisnis Rhenald Kasali di Radio M97FM, Jakarta. Solusi Bisnis Club di Graha Niaga Jakarta, dan kolumnis tetap di tabloid Kontan. Selain mengajar, Dr, Rhenald Kasali adalah partner pendiri pada kantor Konsultan Imede dan Pena Bisnis Indonesia. Klien-klienya antara lain adalah Garuda Indonesia, Bank Central Asia, Mustika Ratu, Sinar Mas Group, Kasogi, Gramedia Majalah, Femina Group, dan H.M. Sampoerna. Pada tahun 1966, Indofood bersama-sama majalah Gatra dan kelompok penerbitan Jawa Pos membawa Rhenald Kasali melakukan Road Show di 10 kta dengan tema "Gempar" (Gelar Manajemen Pemasaran) yang di setiap kota dihadiri oleh sekitar 25 hingga 400 orang. Lalu pada tahun 1999, PT. H.M. Sampoerna melakukan hal serupa di 11 kota dengan sukses. Pada tahun 2000 dan 2001 BCA pun mlakukan hal serupa delam rangka peluncuran kartu Debit BCA dan Klik BCA.

Info Buku

Buku "Change" yang "asli" bisa didapatkan di toko buku -toko buku gramedia dengan harga Rp.95000,- dengan jilid softcover. Atau dapat juga diperoleh di pasar buku murah palasari (Bandung), senen
(Jakarta), atau kwitang (Jakarta) dengan diskon berkisar antara 5% -30%. Mengapa di awal saya sebut buku yang "asli", karena sekarang, dipasar buku -pasar buku murah seperti yang telah disebutkan beredar juga versi bajakannya dengan harga sekita Rp.35000,- sampai Rp.50000,- yang secara sekilas tidak jauh berbeda dengan buku yang aslinya dengan bungkus plastik yang tidak memungkinkan kita membukanya, kita akan mengetahui kalau buku itu bajakan setelah kita membuka halaman-demi halamannya, beberapa ciri buku bajakan itu adalah:
  • kertasnya lebih tipis
  • jilidannya kurang kuat dan mudah terlepas
  • gambar-gambar yang ada di dalam buku tidak jelas.
Sebenarnya mudah saja membedakan buku tersebut bajakan atau tidak dari harganya, jika bukunya masih baru akan tetapi harganya jauh dari harga asli , biasanya pedagang eceran untuk buku asli memberikan diskon paling besar 20% -30%, sudah bisa dipastikan itu buku bajakan. Untuk menghindari buku bajakan jka anda berbelanja ke palasari, Bandung BooksCorner (Luput dari kebakaran yang terjadi kemarin) bisa dijadikan tempat yang nyaman untuk berbelanja :)